PERJALANAN SUKARNO-HATTA MENUJU JUANDA


PERJALANAN SUKARNO-HATTA MENUJU JUANDA

 

Sore yang cerah tepatnya hari Minggu, 10 Februari 2013. Saya berencana kembali ke Surabaya dengan menggunakan maskapai CITYLINK yang sudah Saya beli hari Jumat. Kondisi hati berat banget meninggalkan Jakarta karena separuh hati Saya ada di sana. Dengan merasa berat Saya memberhentikan Taksi yang berjalan berlawanan arah dan akhirnya mau berhenti dan membawa Saya menuju bandara Sokarno-Hatta Jakarta. Di perjalanan sungguh unik pada Taksi yang Saya tumpangi, dikarenakan sopir taksi tersebut membuka jendela mobilnya ketika Saya menyetopnya. Saya sengaja duduk di depan dekat si abang sopir, biar mengetahui arah jalan menuju bandara dan hal unikpun terjadi. Kejadian itu adalah kaca jendela tidak bisa ditutup meskipun beliaunya sudah mencobanya berulang-ulang dan si abang sopir berkata “Wah klo ujan jadi masalah”, seketika itu juga Saya berkata “Insya Allah nanti tidak hujan” dan mobil melaju dengan perlahan-lahan kebetulan cuaca sore agak sedikit berawan. Disepanjang jalan tol menuju bandara Soekarno-Hatta Saya mencium bau-bau yang menyengat seperti bau ikan yang anyir, selain itu ketika di sekitar wilayah pintu Tol menuju Pluit Jakarta Utara bau menyengat tersebut semakin parah. Namun meskipun demikian si abang sopir ini sangat pengertian dengan mengarahkan AC yang ada pada dashboard mobil ke kursi saya dan beliau tidak menggunakan untuk dirinya. Di perjalanan tersebut Taksi berjalan agak tersendat-sendat, padahal sudah melewati jalan Tol tetapi kemacetan masih bisa saja terjadi. Setibanya di pintu tol Cengkareng Saya memberikan uang untuk dibayarkan dengan uang ribuan dan saya tidak menghitung sebelumnya kemudian Saya kasih semuanya. Dengan perasaan kaget pak sopir tadi bilang “Wah kebanyakan mas”, sepertinya Saya mengenal logat si abang ini. Kalo gak salah, logat seperti ini logat orang dari kota Tegal, karena ada logatnya yang berbau ngapak-ngapak. Perjalanan perlahan tapi pasti Saya sudah masuk ke area bandara dan seketika itu juga Saya memberitahu si abang supir taksi ini untuk berhenti di Terminal Departure 1C. Sesampainya di pintu masuk Saya turun dan kemudian membayarnya, dengan melihat kejujurannya, akhirnya Saya tidak mengambil kembalian dari sisa pembayaran taksi dan Saya mengatakan pada si abang sopir ini “Ambil aja mas kembalianya, Terima Kasih” kemudian Saya menutup pintu dan si abang sopir meninggalkan bandara.

WELCOME TO SUKARNO HATTA INTERNATIONAL AIRPORT. Setelah turun dari taksi Saya mencari Departure Domestic dan akhirnya menemukan tempat tersebut berada tidak jauh dari tempat dimana Saya turun dari Taksi. Dengan perasaan tenang Saya masuk ke dalam dan sebelum masuk di pintu terdapat petugas berwarna hijau yang bertugas memeriksa dan memastikan bahwa hanya calon penumpang saja yang boleh masuk dan pengantar keluarga berada di luar area tersebut, dengan memeriksa tanda bukti tiket yang sudah Saya beli. Setelah itu dilanjutkan pemerikasaan menggunakan sinar X-Rays dan Metal Detector. Kemudian setelah itu Saya melakukan Check In di Counter Citylink, dimana di counter tersebut melayani maskapai Citylink untuk semua jurusan penerbangan. Di counter tersebut Saya disambut dengan ramah oleh petugas Check In dan Saya sedikit terkaget karena petugas tersebut memberitahukan bahwa keberangkatan ditunda selama 1 jam dari jadwal penerbangan yang tertera pada tiket yang kemaren Saya beli. Kemudian dengan penuh rasa ingin tahu Saya pun bertanya mengapa sudah ada informasi keterlambatan sedangkan waktu keberangkatanya masih lama dari jadwal yang telah ditentukan. Petugas tersebut memberikan jawaban kalau terjadi keterlambatan cek sistem operasional pesawat setelah penerbangan dari Surabaya. Dengan perasaan sabar akhirnya Saya menuju Gate C4 sesuai hasil Check In tadi dan menduduki kursi pesawat dengan nomor 14A. Perasaan hati Saya pun senang mendapat tempat duduk di dekat jendela dan berada di depan sayap pesawat di sisi sebelah kiri, sehingga bisa melihat suasana di luar pesawat. Saya kemudian berjalan menuju Gate C4 namun sebelumnya Saya mencari mushola untuk beribadah terlebih dahulu. Mushola di bandara Soekarno-Hatta sangat bersih dan wangi sehingga membuat Saya nyaman untuk berlama-lama berada disana, selain itu terjadi keterlambatan 1 Jam dari jadwal penerbangan semula, sehingga membuat Saya menjadi lebih tenang beribadah. Setelah selesai menunaikan ibadah Saya menuju Gate C4 dan duduk menunggu informasi kapan pesawat Saya diberangkatkan.

Jam digital menunjukkan pukul 22.10 WIB suasana hati mulai gelisah, namun hati tetap tenang karena teralihkan dengan membaca buku yang sempat Saya bawa di dalam tas ransel. Tiga puluh menit kemudian diinformasikan oleh petugas bandara dengan mengatakan ”Bagi calon penumpang Citylink tujuan Surabaya dipersilahkan mengambil konsumsi dengan membawa Boarding Pass”. Akhirnya Saya bergerak menuju meja informasi dan mendapatkan 1 paket nasi dan minum gratis-tis. Hal ini diberikan akibat keterlambatan yang terjadi sehingga kompensasinya mendapatkan makanan. Hati sedikit terhibur dengan kondisi tersebut. Lama setelelah berselang namun suasan hati semakin gundah, hal ini ditambah beberapa calon penumpang sudah mulai panik dan menanyakan kapan calon penumpang bisa diberangkatkan kepada petugas yang berjaga di meja informasi. Dengan sedikit emosi calon penumpang mendesak dan meminta jawaban ke manajemen Citylink dan hasil dari pengaduan tersebut diberikan jawaban yang kurang meyakinkan dengan pengucapan yang agak terkesan ragu dan takut akhirnya manajemen memberikan informasi bahwa Calon penumpang akan diterbangkan pada pukul 00.20 WIB. Berdasarkan aturan yang berlaku apabila maskapai mengalami keterlambatan lebih dari 4 jam maka, maskapai wajib memberikan ganti rugi sebesar Rp. 300.000. Dengan kondisi tersebut calon penumpang menuntut kompensasi tersebut. Akhirnya manajemen melalui perwakilanya datang kembali menemui calon penumpang yang berada di ruang tunggu yang menunggu kepastian keberangkatan sejak 4 jam yang lalu. Dalam pernyataanya, pihak manajemen tidak bisa memberangkatkan dikarenakan copilot sedang sakit. Sebagai solusinya pihak manajemen memberikan fasilitas pengganti bagi calon penumpang untuk istirahat di hotel dekat bandara. Lagi-lagi kacau ketika semua calon penumpang mengikuti instruksi petugas turun ke lobi depan karena menuju hotel akan difasilitasi bus namun ketika di lobi masuk di informasikan bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB sehingga mengakibatkan calon penumpang hanya dapat istirahat sebentar dan harus kembali lagi pukul 04.00 WIB. Akhirnya terjadi negosiasi antara perwakilan calon penumpang dengan pihak manajemen dengan mendapat kesepakatan bahwa uang hotel dan kompensasi keterlambatan dibayarkan dan calon penumpang sementara istirahat di kursi ruang tunggu.

Hati sedikit gundah namun sedikit merasa lega karena sudah ada kepastian bahwa calon penumpang akan diberangkatkan menuju Surabaya dan mendapatkan kompensasi. Akhirnya calon penumpang kembali ke ruang tunggu di C4 dan mengambil tempat untuk tidur di kursi. Kondisi tidur Saya pun tidak begitu nyenyak dan sedikit-sedikit terbangun. Sekitar pukul 04.10 WIB, petugas memberikan informasi kepada calon penumpang untuk segera menaiki pesawat di Gate R4. Dengan seketika calon penumpang bangun dan mempersiapkan diri untuk menuju pesawat. Ketika di pesawat hati terasa tenang karena sebentar lagi Saya akan sampai ke Surabaya. Diawal perjalanan mata Saya belum bisa dipejamkan karena masih terbawa suasana reaksi tergesa-gesa untuk masuk ke pesawat. Namun beberapa saat pesawat sudah terbang dengan baik mata Saya merasa ngantuk, akhirnya Saya perlahan-lahan tertidur. Waktu tak terasa berjalan dan membuat Saya merasakan begitu cepat perjalanan ini. Waktu tempuh Jakarta – Surabaya sekitar 1 Jam 10 Menit. Sehingga Saya sampai di Surabaya sekitar Jam 5.30 WIB dan menyelesaikan klaim atas keterlambatan hingga jam 6.30 WIB karena Saya istirahat dan antri untuk memberikan form klaimnya kepada petugas di counter. Setelah itu pulang ke rumah bersih diri dan melanjutkan aktivitas pekerjaan meski datang terlambat menuju kantor. Meski Saya merasa kesal dan gundah atas kejadian ini namun pihak Citylink tetap bertanggung jawab dengan membayar kompensasi melalui transfer rekening yang ditulis oleh penumpang di form klaim yang diberikan petugas saat pesawat diberangkatkan. Demikian cerita Saya tentang perjalanan dari Sukarno-Hatta Jakarta menuju Juanda Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s