Berorganisasi dengan Orang yang Lebih Tua dari Kita


Disadari ataupun tidak selaku penerus bangsa kita terkadang tidak bisa terlepas dengan kondisi berhubungan dengan orang lain. Salah satu bentuk hubungan sosial diantaranya interaksi dalam bekerja, rapat, atau bersosialisasi dengan orang disekitar kita. Dalam sebuah organisasi tersebut terkadang dibutuhkan suatu tenaga muda untuk menjalankan tugas yang terbilang berat maka disini peran pemuda yang inovatif dan bersemangatlah yang bergerak.

Kondisi ini diperkuat dengan sebuah paradigma bahwa yang muda yang berkarya, maka ketika kaum muda diberikan kesempatan untuk mengerjakan suatu tugas maka penuh dengan antusias dan enerjik. Oleh karena itu munculah pemikiran baru dan terobosan yang belum terpikirkan sebelumnya. Namun dalam kenyataanya, pemikiran tersebut tidak mudah dapat diimplementasikan dikarenakan terdapat beberapa kendala yang terjadi. Salah satu faktor itu adalah sulitnya anggota dalam organisasi yang sulit untuk menerima pemikiran baru.

Pemikiran baru yang muncul dihasilkan dari beberapa teori dan pengalaman yang dialami oleh kaum muda yang bisa dibilang belum banyak pengalaman dan kelebihanya adalah sikap realistis terhadap analisa yang diperoleh di lapangan. Terkadang hal ini bertolak belakang dengan anggota organisasi yang notabenya memang terlebih dahulu berada dalam organisasi tersebut. Pada proses pembahasan tersebut terjadi perbedaan pendapat anatara kaum muda dengan beliau yang sudah lama dalam organisasi.

Anggota dalam oraganisasi tersebut merasakan kesulitan dalam memberikan keputusan yang dapat distujui secara menyeluruh. Karena beliau yang sudah lama tersebut merasa sangat berpengalaman sehingga merasa hanya pendapatnya yang merasa benar. Hal ini ditunjang dengan jabatan yang disandang cukup membuat anggota dalam organisasi lainya merasa tertunduk lesu. Sebagai angkatan muda seharusnya kita tidak perlu patah semangat dan tetap berpikir positif di dalamnya. Tentunya kita harus mampu melihat karakter dan perilaku beliau.

Pemahaman terhadap karakter dari anggota organisasi sangat penting dalam mencapai tujuan utama dari organisasi. Tanpa ada kesepakatan dan merasa terpanggil untuk bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing maka mustahil keberhasilan dapat diraih. Salah satu paradigma secara umum yang ada adalah bahwa orang yang lebih tua itu merasa senang apabila beliau dipuji, dihormati karena dengan begitu beliau tampak lebih berwibawa. Namun ketika terjadi perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan yang harus segera diambil terkadang terkendala dengan banyak pertimbangan sehingga kurang bisa untuk segera beraksi.

Ketika dalam perdebatan tersebut muncul perkataan yang bersifat emosional sehingga membuat orang yang ada merasa tersinggung dengan perkataan yang disampaikan. Sebagai kaum muda harusnya lebih memahami karakter dan berhati-hati dalam menyampaikan pendapat tersebut. Hal ini dikarenakan beliau akan merasa tersinggung apabila ide dan pendapat dari beliaunya tidak mendapatkan respon untuk dilakukan. Oleh karena itu kaum muda perlu mencari win-win solution untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Perlu adanya pengendalian diri karena kaum muda merasa ingin segera beraksi dan kaum tua masih mempertimbangkan banyak hal, oleh karena itu diperlukan adanya pengendalian emosi dan memdang jauh ke depan dari keberhasilan pencapaian tujuan organisasi itu sendiri. Semakin kita tidak mampu mengendalikan diri maka pencapaian tujuan tersebut terasa jauh, bahkan bisa terjadi kegagalan yang dicapai. Permasalahan tersebut disebabkan mengedapkan emosi dan merasa diri paling hebat dan baik.

Sikap sabar dalam menjalani organisasi sangat penting dan diperlukanya keterbukaan terhadap permasalahan yang dihadapi. Sebagai sesama anggota organisasi perlu adanya rasa saling kepercayaan dan menunjukkan itikad baik. Selain itu kaum muda perlu bepikir positif karena ini adalah proses pendewasaan diri sebagai pemuda yang nantinya akan mengemban tugas sebagai anak bangsa yang cerdas, profesional dan dewasa. Oleh karena itu jadilah pelopor dan motivator dalam organisasi untuk memberi semangat terhadap rekan yang lain.

Organisasi ini merupakan salah satu wadah dan memberikan sarana kita untuk belajar dan menemukan sesuatu yang baru dalam membangun sebuah organsasi. Salah satunya adalah pemberian apresiasi bagi yang sukses atas keberhasilanya dan memberikan dorongan lebih bagi anggota yang belum mencapai sukses. Sehingga ini merupakan proses salah satu cara agar semua anggota organisasi merasakan kesuksesan dan menemukan arti dari keberhasilan dalam pencapaian tujuan organisasi.

Salam Sukses dari Saya Semoga kita semua menjadi pribadi yang tangguh dan profesional dalam bekerja untuk menghasilkan karya untuk orang-orang disekitar kita sekaligus salah satu proses memajukan bangsa.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s