Hidup Untuk Berkarya…


Pelacuran merupakan fenomena sosial yang senantiasa hadir dan berkembang di setiap putaran roda zaman dan keadaan. Keberadaan pelacuran tidak pernah selesai dikupas, apalagi dihapuskan. Walaupun demikian, dunia pelacuran setidaknya bisa mengungkapkan banyak hal tentang sisi gelap kehidupan manusia, tidak hanya menyangkut hubungan kelamin dan mereka yang terlibat di dalamnya, tetapi juga pihak-pihak yang secara sembunyi-sembunyi ikut menikmati dan mengambil keutungan dari keberadaan pelacuran. Surabaya merupakan ibu kota provinsi Jawa Timur, yang sekaligus berperan juga sebagai kota pelabuhan, kota perdagangan, di Jawa.

Menilik dari sisi negatif kita sudah mengerti dan memahaminya. Terlepas dari itu semua banyak hal yang perlu dipikirkan salah satunya bagaimana membuat hal itu semua memiliki nilai tambah dan bermanfaat. Untuk mencapai itu semua diperlukan suatu perencanaan strategis agar kondisi yang ada nantinya menghasilkan value added dan memiliki daya saing yang unggul. Dalam hal ini studi kasus yang diambil adalah daerah DOLLY Surabaya. Di daerah DOLLY terdapat beberapa wisma yang digunakan para PSK untuk menjajakan diri, maka diperlukan suatu perencanaan agar lingkungan di daerah tersebut dapat terkendali dengan baik. Salah satu bentuk ide perencanaan strategis menarik dan unik yang diterapkan adalah :

  1. Mekanisme tentang bagaimana para PSK dapat menjaga kondisi kesehatannya sehingga terkendali dan terpantau secara baik melalui sistem yang terkoneksi langsung dengan dinas kesehatan setempat. Dalam hal ini setiap wisma harus memberikan entrian data tentang kondisi kesehatan warga pada semua wisma yang ada.
  2. Ketika terdapat permasalahan yang dialami PSK tentang gangguan kesehatan, maka dinas kesehatan dapat memberikan tindak lanjut agar masalah tersebut dapat tertangani langsung dengan cepat, sehingga permasalahan tersebut tidak menjalar dan menyebabkan penyakit yang berbahaya dan menular.
  3. Dengan adanya sistem pemantauan kesehatan yang dapat diketahui secara real time melalui sistem maka kondisi kesehatan para PSK dapat terkendali dengan baik. Meskipun lingkungan tersebut yang notabanenya adalah daerah yang berkonotasi negatif, namun orang-orang yang ada di lingkungan tersebut harus tetap menjaga lingkungan termasuk kesehatan diri pribadi.

Materi ini dibahas dengan melihat kecenderungan banyak yang terjangkit penyakit kelamin yang menular akibat kegiatan prostitusi tersebut. Pengendalian kondisi lingkungan yang sehat dapat meningkatkan derajat ekonomi dari warga sekitar. Hal ini seperti yang dikemukakan Arum Atmawikarta (*) pada pembahasan Konferensi Tingkat Tinggi Dunia Tentang Pembangunan Sosial (The World Summit For Social Development) di Copenhagen tahun 1995 telah dilakukan pembahasan dengan tema difokuskan pada penanggulangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan kesetiakawanan sosial. Dengan latar belakang ini, selanjutnya para Menteri Kesehatan membicarakan tentang peranan kesehatan dalam pembangunan berkelanjutan, pada pertemuannya yang ke-13 bulan September 1995. Para Menteri Kesehatan sangat menyadari tentang keterkaitan antara kemiskinan dengan kesehatan.

Selanjutnya, telah diterbitkan monografi tentang kaitan antara kemiskinan dan kesehatan sebagai issu regional di Asia Tenggara pada bulan Juli tahun 1997. Monografi tersebut antara lain menyimpulkan bahwa kebijakan makroekonomi seharusnya diarahkan untuk menjamin pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial secara beriringan. Analisis membuktikan bahwa penanggulangan kemiskinan dan peningkatan statusĀ  kesehatan memerlukan kerangka kebijakan makroekonomi yang kondusif untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan berkeadilan.

Pada pertemuan mereka pada tahun 1997, para Menteri Kesehatan mengadopsi Deklarasi Tentang Pembangunan Kesehatan di Regional Asia Tenggara untuk Abad ke-21. Pada pertemuan tersebut, mereka menyatakan pendiriannya bahwa kesehatan adalah merupakan inti atau pusat untuk pembangunan dan kesejahteraan. Mereka menyadari bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara kemiskinan dengan kesakitan, dan membuat komitmen diantara mereka untuk memenuhi kebutuhan kesehatan bagi penduduk miskin sebagai prioritas yang paling tinggi.

* Drs. Arum Atmawikarta, SKM, MPH adalah Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat, BAPPENAS-red

Sumber : Atmawikarta, Arum, 2002, Investasi Kesehatan Untuk Pembangunan Ekonomi, BAPPENAS, Jakarta.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 690 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: